Pondok Jati II Blok AS-31 Kab. Sidoarjo
+628113219992
informasi@generalsolusindo.com

Mengenal Lebih Dalam Tentang RAID

Mengenal Lebih Dalam Tentang RAID

raid

Sebuah server biasanya sering mengalami kehilangan akses pada data. Agar tidak memuat data ini menjadi cadangannya, server di buat memiliki teknologi agar tidak terjadi kehilangan sebuah data ketika terjadi hal yang tidak di inginkan, maka setiap peladen akan menggunakannya, nama teknologi ini adalah RAID. Lalu apa sebenarnya teknologi ini?

Sebelum membaca artikel kami lebih jauh, anda bisa membaca artikel kami sebelumnya yaitu Cara Kerja Server

Mengenal Tentang RAID pada server?

RAID atau Redundant Array of Independent Disks merupakan sebuah teknologi virtualisasi penyimpanan data dengan mengkombinasikan beberapa komponen harddisk menjadi satu atau lebih pada unit logical untuk tujuan redundancy data, meningkatkan performa atau keduanya.

Data pada harddisk di distribusikan melalui disk menjadi satu dengan beberapa cara, tergantung pada RAID Level. Pada skema level yang berbeda seperti redundan atau performa. Perbedaan skema atau tata letak distribusi data ini di namakan dengan kata “RAID” yang di ikuti dengan Nomor. Sebagai contoh RAID 0 atau RAID 1.

Apa saja Konsep RAID ?

Ada dua jenis konsep pada RAID, yaitu Mirror dan Stripe.

 

Stripe atau Striping

Striping merupakan konsep yang melakukan penggabungan pada beberapa harddisk dengan memasukkan data ini saling terpisah pada beberapa sector. Membuat data ini tidak hanya tersimpan pada satu harddisk melainkan keduanya secara berganti-ganti. Kelebihan penggunakan Striping ini adalah meningkatkan performa pada pemindahan data, karena data tidak hanya masuk pada satu harddisk melainkan 2 harddisk yang menjadikan kecepatan bisa naik drastis.

Baca Juga  Jual CCTV Bohlam Lampu Sidoarjo Murah

Mirror atau Mirroring

Mirroring menjadikan dua atau lebih harddisk menjadi beberapa bagian. Distribusi datanya akan menjadi sama dengan bagian pertama maupun bagian yang lainnya. Membuat konsep mirroring ini sering di gunakan pada server yang memiliki data yang cukup penting dan sensitif. Kelebihan menggunakan Mirroring ini adalah ketika terjadi kerusakan pada disk A maka pada disk B tidak akan hilang, dan masih ada cadangan yang dapat dipakai.

 

Standard RAID Level

RAID standard memiliki beberapa level yang terdiri dari beberapa level di bawah. Fungsi level ini juga tergantung pada perangkat disk pada sebuah server itu sendiri.

 

RAID 0

menggunakan konsep Stripe membuat seluruh harddisk yang di konfigurasi dengan level RAID 0 ini akan di jadikan satu tanpa sistem redundan. Akan efektif jika ingin meningkatkan performa distribusi data.

RAID 1

menggunakan konsep Mirror untuk distribusi data, yang setidaknya memiliki 2 disk untuk melakukan pemakaian RAID 1 ini.

 

RAID 5

membutuhkan setidaknya 3 disk dan menghapus beberapa disk untuk meningkatkan kinerja melalui akses simulasi, tetapi tidak seperti RAID 0, RAID 5 ini menyertakan kode koreksi di antara data yang ada.

 

RAID 6

adalah versi perluasan dari RAID 5 yang menambahkan blok lain, dengan demikian penggunakan striping tingkat block dengan dua blok paritas yang di distribusikan di semua disk.

 

Nested RAID Level

Nested RAID juga di kenal dengan Hybrid RAID merupakan kombinasi 2 atau lebih pada standart RAID Level. Berbeda dengan RAID Standard, RAID Nested menggunakan konsep striping dan mirroring untuk melindungi data.

RAID 10

atau juga diketahui sebagai RAID 1+0, setidaknya membutuhkan minimal 4 disk untuk menggunakan level ini.

RAID 50, 60, 100

Pada RAID ini sama seperti RAID Standard tetapi ia memiliki bagian RAID 0 untuk penggunaan konsep striping. Untuk standart penggunaan pada realita juga memiliki perbedaan yang kemungkinan besar di gunakan secara luas.

Baca Juga  jasa pemasangan ip camera surabaya dan sidoarjo harga murah

 

Kesimpulan

RAID merupakan teknologi virtualisasi untuk penggunaan disk pada sebuah server. Dan fungsinya tidak lain adalah untuk meningkatkan performa atau untuk melindungi data dari kerusakan pada sektor disk yang jika di gunakan pada jangka waktu yang lama bisa membuat disk rusak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *