Sebuah server biasanya sering mengalami kehilangan akses pada data. Agar tidak memuat data ini menjadi cadangannya, server di buat memiliki teknologi agar tidak terjadi kehilangan sebuah data ketika terjadi hal yang tidak di inginkan, maka setiap peladen akan menggunakannya, nama teknologi ini adalah RAID. Lalu apa sebenarnya teknologi ini? Sebelum membaca artikel kami lebih jauh, anda bisa membaca artikel kami sebelumnya yaitu Cara Kerja Server Mengenal Tentang RAID pada server? RAID atau Redundant Array of Independent Disks merupakan sebuah teknologi virtualisasi penyimpanan data dengan mengkombinasikan beberapa komponen harddisk menjadi satu atau lebih pada unit logical untuk tujuan redundancy data, meningkatkan performa atau keduanya. Data pada harddisk di distribusikan melalui disk menjadi satu dengan beberapa cara, tergantung pada RAID Level. Pada skema level yang berbeda seperti redundan atau performa. Perbedaan skema atau tata letak distribusi data ini di namakan dengan kata “RAID” yang di ikuti dengan Nomor. Sebagai contoh RAID 0 atau RAID 1. Apa saja Konsep RAID ? Ada dua jenis konsep pada RAID, yaitu Mirror dan Stripe. Stripe atau Striping Striping merupakan konsep yang melakukan penggabungan pada beberapa harddisk dengan memasukkan data ini saling terpisah pada beberapa sector. Membuat data ini tidak hanya tersimpan pada satu harddisk melainkan keduanya secara berganti-ganti. Kelebihan penggunakan Striping ini adalah meningkatkan performa pada pemindahan data, karena data tidak hanya masuk pada satu harddisk melainkan 2 harddisk yang menjadikan kecepatan bisa naik drastis. Mirror atau Mirroring Mirroring menjadikan dua atau lebih harddisk menjadi beberapa bagian. Distribusi datanya akan menjadi sama dengan bagian pertama maupun bagian yang lainnya. Membuat konsep mirroring ini sering di gunakan pada server yang memiliki data yang cukup penting dan sensitif. Kelebihan menggunakan Mirroring ini adalah ketika terjadi kerusakan pada disk A maka pada disk B tidak akan hilang, dan masih ada cadangan yang dapat dipakai. Standard RAID Level RAID standard memiliki beberapa level yang terdiri dari beberapa level di bawah. Fungsi level ini juga tergantung pada perangkat disk pada sebuah server itu sendiri. RAID 0 menggunakan konsep Stripe membuat seluruh harddisk yang di konfigurasi dengan level RAID 0 ini akan di jadikan satu tanpa sistem redundan. Akan efektif jika ingin meningkatkan performa distribusi data. RAID 1 menggunakan konsep Mirror untuk distribusi data, yang setidaknya memiliki 2 disk untuk melakukan pemakaian RAID 1 ini. RAID 5 membutuhkan setidaknya 3 disk dan menghapus beberapa disk untuk meningkatkan kinerja melalui akses simulasi, tetapi tidak seperti RAID 0, RAID 5 ini menyertakan kode koreksi di antara data yang ada. RAID 6 adalah versi perluasan dari RAID 5 yang menambahkan blok lain, dengan demikian penggunakan striping tingkat block dengan dua blok paritas yang di distribusikan di semua disk. Nested RAID Level Nested RAID juga di kenal dengan Hybrid RAID merupakan kombinasi 2 atau lebih pada standart RAID Level. Berbeda dengan RAID Standard, RAID Nested menggunakan konsep striping dan mirroring untuk melindungi data. RAID 10 atau juga diketahui sebagai RAID 1+0, setidaknya membutuhkan minimal 4 disk untuk menggunakan level ini. RAID 50, 60, 100 Pada RAID ini sama seperti RAID Standard tetapi ia memiliki bagian RAID 0 untuk penggunaan konsep striping. Untuk standart penggunaan pada realita juga memiliki perbedaan yang kemungkinan besar di gunakan secara luas. Kesimpulan RAID merupakan teknologi virtualisasi untuk penggunaan disk pada sebuah server. Dan fungsinya tidak lain adalah untuk meningkatkan performa atau untuk melindungi data dari kerusakan pada sektor disk yang jika di gunakan pada jangka waktu yang lama bisa membuat disk rusak.
Penjelasan Apa itu URL beserta fungsi dan jenis – jenisnya
Anda pasti pernah mencari info di internet seperti ini Pernahkah anda berpikir bagaimana hal itu bekerja? Hanya dengan menuliskan kode alamat maka anda akan dibawa langsung kedalamnya. Kode itulah yang bernama Uniform Resource Locator atau biasa disebut URL. Contoh saat kita ingin membuka halaman facebook, maka tinggal ketik https://www.facebook.com/ maka akan langsung diarahkan ke halaman facebook langsung. URL adalah serangkaian karakter berupa huruf, angka, ataupun simbol dengan format standar yang sudah ditentukan untuk menunjukkan alamat/ address suatu sumber atau informasi yang ada pada internet. Dalam arti lain URL ini adalah julukan untuk alamat website. Fungsi URL URL memiliki peranan penting dalam Internet. karena jika kita analogikan, website ibarat rumah maka URL adalah alamatnya. Jika kita ingin mencari rumah seseorang, maka yang perlu kita ketahui dulu adalah alamatnya. Sama seperti itu, jika kita mencari website dengan mengetik di browser saja maka akan muncul banyak situs web. Namun jika kita menuliskan langsung URL nya pada addresnya maka akan langsung disambungkan web nya. Jadi fungsi URL ini adalah sebagai pemberi nama pada web, selain itu URL juga berfungsi mengidentifikasi dokumen – dokumen yang ada pada web. Dan dengan adanya URL ini anda dapat dipermudah dalam mengakses file dan dokumen lewat web. Bagian – Bagian URL Secara umum, bagian – bagian URL yaitu Protokol, Sub Domain, Domain, Sub Directory. Perhatikan gambar dibawah. 1. Protocol Adalah bagian pembuka dalam URL. Protocol dalam URL biasanya berupa HTTP dan HTTPS untuk memberikan sumber daya pada web. HTTP Adalah singkatan dari Hypertext Transfer Protocol. Merupakan sebuah protokol jaringan yang digunakan untuk membantu proses pertukaran data berupa file, gambar, maupun video dalam internet antar komputer satu dengan lainnya. Singkatnya HTTP ini bertugas untuk mengirimkan data dari web server ke browser HTTPS Adalah singkatan dari Hypertext Transfer Protocol Secure yang merupakan versi aman dari HTTP. kata S diakhir mewakili keamanan. jadi ini adalah ekstensi dari HTTP. Ini digunakan untuk komunikasi aman melalui jaringan komputer. 2. Sub Domain Subdomain adalah bagian dari domain, subdomain biasa digunakan sebagai pembagian area dari sebuah situs atau website. Salah satu contoh subdomain adalah WWW (World Wide Web). World Wide Web ini tidak lain adalah situs web atau halaman web yang terhubung ke komputer lokal melalui internet. Situs web ini berisi halaman teks, gambar digital, audio, video dan lainnya 3. Domain Domain secara singkat adalah pemberi nama untuk mengidentifikasikan sebuah website. Umumnya, lebih mudah untuk mengingat nama daripada serangkaian angka yang panjang. Nama domain berisi maksimal enam puluh tiga karakter, dengan satu karakter minimum, dan dimasukkan setelah protokol di URL. Contoh seperti google.com dengan IP addres “216.58.216.164”. Apa kamu akan mengingat IP address nya atau nama domainnya. Pasti kamu lebih mudah mengingat nama domainnya. 4. Sub Directory Sub Directory merupakan komponen dari sistem berkas yang mengandung satu berkas atau lebih, bisa di ibaratkan sebagai folder, artinya suatu nama yang ada pada folder suatu domain. dalam artian lain Subdirectory adalah salah satu cara untuk mengorganisasikan halaman website yang berbeda ke dalam satu domain. Terkadang disebut juga sebagai subfolder. Itulah pengertian tentang Uniform Resource Locator, sesuai yang saya jelaskan diatas jika sebuah website ibarat rumah maka URL adalah alamatnya. Jadi dengan adanya URL anda tidak perlu mencari keberadaan website yang ingin anda tuju, namun cukup dengan mengetiknya lewat domain makan akan langsung menuju di halaman yang anda tuju.
Spesifikasi Dell PowerEdge R630: Server yang Masih Dipilih
Pembahasan soal server sering kali terdengar rumit, apalagi bagi bisnis yang tidak memiliki tim IT besar. Pada praktiknya, banyak perusahaan hanya ingin satu hal: server yang jalan terus, jarang bermasalah, dan biayanya masuk akal. Dari berbagai opsi yang ada, Dell PowerEdge R630 masih sering masuk dalam pertimbangan tersebut. Server rack 1U ini memang sudah cukup lama beredar. Namun justru karena sudah lama dipakai, karakter dan performanya relatif bisa diprediksi. Bagi sebagian perusahaan, ini menjadi nilai tambah tersendiri. Gambaran Umum Penggunaan Dell PowerEdge R630 Dell PowerEdge R630 mulai digunakan secara luas sejak sekitar tahun 2014. Saat itu, server ini dikenal sebagai perangkat yang ringkas namun bertenaga. Hingga sekarang, masih banyak lingkungan kerja yang mengandalkannya, terutama untuk kebutuhan operasional harian. Dalam penggunaan nyata, R630 biasanya dipakai untuk: Menjalankan beberapa layanan sekaligus Virtualisasi server skala menengah Penyimpanan dan pengolahan data bisnis Aplikasi internal perusahaan Tidak sedikit pengguna yang memilih tetap menggunakan server ini karena merasa performanya masih cukup dan stabil untuk kebutuhan mereka saat ini. Virtualisasi dalam Kondisi Nyata Pada kondisi normal, Dell PowerEdge R630 cukup mampu menangani beban virtualisasi. Dengan dua prosesor dan kapasitas RAM yang besar, server ini bisa menjalankan banyak virtual machine dalam satu waktu. Meski begitu, seperti perangkat lain, risiko gangguan tetap ada. Karena itu, beberapa pengguna memanfaatkan opsi Internal Dual SD Module sebagai media boot cadangan. Fitur ini membantu mempercepat proses pemulihan jika terjadi masalah pada sistem utama. Opsi Konfigurasi Penyimpanan Dell PowerEdge R630 umumnya tersedia dalam dua konfigurasi penyimpanan yang paling sering ditemui, yaitu versi 8 drive dan 10 drive. Pemilihannya sangat bergantung pada kebutuhan penyimpanan masing-masing perusahaan. Konfigurasi 8 Drive Pada konfigurasi 8 drive, bagian depan server tidak hanya diisi oleh slot harddisk 2.5 inci. Terdapat juga panel LCD, port USB, port VGA, serta slot SD opsional. Dari sisi operasional, ini cukup membantu saat melakukan pengecekan cepat di data center. Konfigurasi 10 Drive Berbeda dengan versi 8 drive, konfigurasi 10 drive lebih menekankan pada kapasitas penyimpanan. Seluruh bagian depan diisi oleh sepuluh slot harddisk 2.5 inci. Di luar itu, performa dan spesifikasi utamanya tidak jauh berbeda. Spesifikasi Teknis Dell PowerEdge R630 Berikut gambaran spesifikasi yang umum ditemui pada Dell PowerEdge R630. Perlu dicatat, konfigurasi bisa berbeda tergantung kebutuhan dan setup yang digunakan: Form Factor: Rack Server 1U Prosesor: Intel Xeon E5-2600 v3 atau v4, hingga 22 core Chipset: Intel C610 Socket Prosesor: Dual socket Memori (RAM): Hingga 24 slot DDR4 dengan kapasitas maksimal 768GB Penyimpanan: 8 atau 10 drive 2.5 inci, serta dukungan hingga 4 NVMe PCIe RAID Controller: PERC S130, H330, H730, dan H730P Slot PCIe: 3 x PCIe 3.0 Jaringan: Minimal 4 port 1Gb Ethernet, dengan opsi 10Gb Power Supply: Redundant 495W, 750W, atau 1100W Siapa yang Biasanya Menggunakan Server Ini? Berdasarkan berbagai implementasi yang ada, Dell PowerEdge R630 banyak digunakan oleh: Perusahaan kecil hingga menengah Bisnis dengan kebutuhan virtualisasi Server aplikasi dan database internal Lingkungan kerja yang membutuhkan sistem stabil Pada akhirnya, kelayakan server ini sangat bergantung pada kebutuhan dan ekspektasi masing-masing perusahaan. Opsi Sewa Server Dell PowerEdge R630 Dalam beberapa kasus, membeli server baru bukanlah pilihan paling efisien. Banyak perusahaan memilih menyewa Dell PowerEdge R630 karena lebih fleksibel dan tidak memerlukan investasi awal yang besar. Melalui General Solusindo, Anda dapat mendiskusikan kebutuhan server secara terbuka, tanpa harus langsung menentukan spesifikasi di awal. Silakan hubungi 0811-3219-992 atau kunjungi website resmi generalsolusindo.com, untuk konsultasi gratis dan mendapatkan solusi server terbaik bagi bisnis Anda.
Spesifikasi Dell PowerEdge R620
PowerEdge adalah perangkat server milik Dell, nama ini mengikuti konvensi penamaan untuk produk Dell PowerVault dan PowerConnect. Di halaman bawah ini akan di jelaskan beberapa pengenalan maupun gambaran Server Dell PowerEdge R620, bagaimana spesifikasi server serta kompabilitasnya. Penjelasan Server Dell Dell memperkenalkan PowerEdge R620 pada tahun 2012, server powerfull dan compact yang berkesan dengan kemampuan virtualisasinya yang kuat dan di rancang pada ruang rak terkecil. Di samping itu PowerEdge R620 juga berfokus yang tajam pada aplikasi HPC dan workgroup. Seiring dengan adanya dukungan pada seluruh keluarga CPU Xeon E5-2600, Dell menawarkan kapasitas memori yang tinggi pada seri ini. Virtualisasi pada perangkat ini mendapatkan dorongan lain dengan pengontrol kartu memori SD opsional Dell. Fitur ini telah di desain ulang, dan cocok dengan slot di bagian belakang, di mana dapat menyimpan salinan onboard dari media boot utama jika terjadi kegagalan. 8 disk dan 10 disk dalah tipeDell PowerEdge R620 memiliki dua pilihan sebagai opsi server, yaitu 8 Disk Pada Dell PowerEdge opsi 8 Disk memiliki tampilan depan yang tidak hanya slot harddisk berukuran 2.5 inch. Melainkan memiliki panel depan berupa kontrol panel LCD, dua konektor USB, satu konektor VGA dan slot kartu memori SD sebagai opsional. 10 Disk Sedangkan untuk Dell PowerEdge R620 10 disk memiliki tampilan depan yang berbeda dengan 8 disk. Tipe 10 disk ini memiliki interface sepuluh slot disk berukuran 2.5 inch, desain pada bezel juga memiliki perbedaan dengan varian 8 disk. Untuk spesifikasi PowerEdge R620 pada kedua varian ini tidaklah berbeda, untuk PowerEdge ini memiliki spesifikasi yang cukup mumpuni untuk melakukan virtualisasi yang tinggi. Berikut ini spesifikasi hardware yang dapat digunakan PowerEdge R620. Spesifikasi Dell PowerEdge R620 Faktor Ruang : 1U Rack Prosesor : Intel Xeon E5-2600 dan E-2600 v2 Product Family Chipset : Intel C600 Sockets : 2 sockets RAM : 24 x DDR3 RDIMM, UDIMM, dan LRDIMM Up to 768GB 1866MT/s 2GB/4GB/8GB/16GB/32GB DDR3 Hard Drive : 8 x 2.5″ or 10 x 2.5″ Software RAID : PERC S110, H310, H710, H710P, H810 Express Flash Drive : Up to 2 Express Flash PCIe SSDs Slot PCI : 3 PCie 3.0 NIC Tertanam : Select Network Adapter: Minimal 4 x 1Gb, 10Gb (FSP+ opsional) Power Supply Redundan: 495W, 750W, 1100W, 1100W DC Support GPU Internal : Ya (hanya tersedia melalui CFI atau peningkatan bidang) Ketersediaan : Hot-plug drives, Hot-plug redundant cooling, Hot-plug redundant power supply units, Internal dual SD module Apakah Anda tertarik untuk menyewa server ini ingin berkonsultasi tentang server ini? Jika anda tertarik maupun berkonsultasi dengan kami tentang server Dell PowerEdge R620, Anda dapat mengontak kami melalui halaman Kontak kami atau gunakan tombol Whatsapp yang tersedia pada situs kami.
Pilih CCTV Indoor Atau Outdoor?
Dipostingan sebelumnya kami telah menjelaskan cara kerja CCTV, kali ini kami akan menjelaskan dua jenis CCTV kepada anda. Yaitu outdoor dan indoor. Perbedaan CCTV Indoor dan Outdoor Meskipun sama – sama cctv namun terdapat perbedaan fungsi antara keduannya.Penataan letak pada CCTV adalah faktor utama untuk mendapatkan sudut pandang ini, dikarenakan penentu penggunaan CCTV juga harus melihat pada titik pemasangan. Jika tidak sesuai dengan kebutuhan membuat hasil yang di dapatkan kurang optimal. Pada CCTV Indoor menjadi perangkat wajib digunakan pada lingkungan dalam ruangan karena daya tangkap pencahayaan lebih kecil dibandingkan outdoor. Pada era digital saat ini, CCTV dapat menggantikan penjagaan secara diam-diam, seperti beberapa daerah seperti lingkungan desa biasanya akan ada ronda malam yang berjaga dan berkeliling pada area tertentu. Tetapi dengan bantuan teknologi CCTV Outdoor dapat memantau pada pandangan yang gelap. Berbeda dengan CCTV Indoor yang dapat digunakan pada lingkungan dalam ruangan atau rumah. Pada lingkungan gelap, CCTV outdoor mayoritas menggunakan bantuan inframerah untuk menangkap gambar saat tanpa pencahayaan. Pemasangan CCTV baik outdoor maupun indoor sama saja, hanya dibedakan pada tata letaknya Inframerah Khusus Pada CCTV Indoor memiliki inframerah dengan jangkauan lebih rendah daripada penggunaan pada outdoor. Sedangkan CCTV Outdoor menggunakan IR Light Emitting Diode yang dapat di fokuskan pada jarak yang lebih jauh. Night Vision Pada CCTV Outdoor dilengkapi dengan Night Vision yang dapat memantau area yang memiliki pencahayaan yang sangat minim. Dengan bantuan Night Vision, area ini memungkinkan dapat di pantau. Memiliki sertifikat Ingres Protection Kebutuhan di luar ruangan sangatlah banyak, salah satunya adalah kebutuhan tahan hujan sampai tahan cuaca yang berubah. CCTV Outdoor memiliki bentuk yang berbeda, dikarenakan fungsi pada luar ruangan lebih banyak ketimbang Indoor. Jadi Pilih Indoor atau Outdoor? Sekarang pahamkan kenapa CCTV Indoor dan Outdoor ini berbeda. Kami juga memiliki jasa pemasangan CCTV yang dapat anda lihat pada halaman situs kami. Anda dapat berkonsultasi kepada kami terlebih dahulu sebelum Anda melakukan pemasangan.
Inilah Perbedaan LiteSpeed dan Nginx
Perbedaan dari kedua web server ini menjadi trending pada diskusi saat di bandingkan mana yang lebih baik. Server LiteSpeed yang hari ini semakin populer pada penghematan sumber daya tanpa mengorbankan kinerja, keamanan atau kompabilitas. Nginx adalah salah satu web server yang popular. Pada dasarnya di buat untuk load balancer dan reverse proxy. Tapi karena memiliki performa tinggi, itu membuatnya lebih popular dan digunakan banyak web. Sekarang, mari cari tahu lebih baik mana antara web server LiteSpeed atau Nginx? Apa itu LiteSpeed WebServer? Web Server LiteSpeed adalah web server ringan yang baru-baru ini menjadi popular. Ia memiliki fitur seperti performance bagus, keamanan, kompabilitas dan masih banyak yang lainnya. Ia mampu menangani banyak client dengan konumsi memori yang rendah. Dan juga, ia menjadi alternatif terbaik untuk Web Server Apache yang memiliki kompabilitas sama dengan fitur yang tersedia di Server Apache. Apa itu Nginx Web Server? Nginx adalah web server open source. Saat ini digunakan sebagai reverse proxy, HTTP Cache, dan Load Balancer. Nginx memiliki peningkatan lebih pada popularitas di banyak negara dan banyak perusahaan besar menggunakan Nginx sebagai web server. Nginx dapat di jalankan pada Linux, BSD, Solaris maupun Mac OS X. Perbedaan Dari Segi Grafis Litespeed Web Server mengalami peningkatan kecepatan yang terukur ketimbang Nginx. Karena tumpukan litespeed yang lebih sederhana dan cache yang cerdas memberikan keunggulan pada mesin litespeed. Nginx memiliki high performa pada sistem tetapi perbedaan pada kalkulasi memiliki perbedaan yang signifikan ketimbang litespeed. Meski membandingkan kecepatan load pada litespeed dan nginx tidak fair tetapi pada nginx dapat digunakan pada situs yang banyak. Berbeda dengan litespeed, ia masih tidak mampu menangani banyak situs. LiteSpeed Cache vs FastCGI dengan Nginx Modul cache bawaan tersedia di LiteSpeed sedangkan Modul Caching FastCGI tersedia di Nginx. Melalui tes kinerja situs, kita dapat mengetahui bahwa caching membuat perbedaan yang besar dalam kinerja pada situs web terlepas dari server webnya. Kita akan memberikan perincian bahwa situs web server Nginx sedikit meningkat tetapi web server LiteSpeed mengurangi hingga 90% dari transaksi yang dilakukan saat menggunakan cache. Dari pengujian ini, LiteSpeed memiliki performa lebih baik daripada Nginx. Nginx sedikit populer daripada LiteSpeed. Banyak yang menggunakan dalam bentuk kategori website. Termasuk komputer, elektronik dan teknologi, seni dan hiburam, sains dan edukasi, dan lain sebagainya. Web server LiteSpeed masih tidak dapat memimpin dibandingkan dengan Nginx pada kategori situs apapun. Nginx memimpin di banyak bagian negara seperti Amerika, Jepang, Jerman, China, dan masih banyak yang lainnya. LiteSpeed masih tidak dapat memimpin dibandingkan Nginx pada negara manapun. Kesimpulan Dengan singkat, Web Server LiteSpeed lebih baik dalam performa daripada web server Nginx. Meskipun tidak seberapa popular jika di bandingkan ke Nginx. Secara dasar kita mendiskusikan tentang LiteSpeed vs Ngninx pada basis Performa.
Seperti Inilah Cara Kerja Server
GENERALSOLUSINDO.com – Anda mungkin sudah pernah dengar tentang istilah server, namun pernahkah anda bertanya seperti apa cara kerja server. Server merupakan sistem komputasi yang menyediakan berupa sumber daya, data, layanan atau program ke komputer lain, bisa di katakan sebagai klien melalui jaringan. Secara teori, ketika komputer membagikan sebuah sumber daya dengan komputer klien, mereka di anggap sebagai server. Kami juga menyediakan Jasa Jaringan Cabang Banyuwangi Jasa Server Banyuwangi Jasa Jaringan Banyuwangi Jasa Fiber Optik Banyuwangi Beberapa dari kita tidak sadar, bahwa setiap aktivitas pada dunia digital ada perangkat yang menjadi singgahnya sebuah data pengguna. Jika di analogikan pada kehidupan ini, server inilah yang menjadi pusat semua aktivitas dari berbagai aspek. Kali ini kami akan menjelaskan pada anda seperti inilah cara kerja sebuah perangkat server. Sejarah Server Penggunaan kata server dalam komputasi berasal dari teori antrian (Queueing Theory), di mana kata itu berasal dari pertengahan abad ke-20, terutama digunakan pada notasi Kendall tahun 1953. Server berasal dari Request for Comments 5 (RFC) (1969), menjadi salah satu dokumen paling awal yang menjelaskan ARPANET (pendahulu internet) dan di kontraskan dengan pengguna. Di bedakan menjadi dua jenis host, yaitu “Host Server” dan “Host Pengguna”. Setelah itu berkembanglah sebuah peramban World Wide Web pertama yang di ajukan oleh Tim Berners-Lee, yang pada saat itu ia mengajukan ke sebuah perusahaan CERN (European Organization for Nuclear Research). Tujuannya mempermudah pertukaran informasi antar peneliti dengan sistem HyperText yang saat ini di kenal dengan HTML atay HyperText Markup Language. Seperti Inilah Cara Kerjanya Untuk cara memahaminya, kita pahami dulu bahwa server adalah sebuah layanan. Perintah menjadi sebuah permintaan pada client, jika client ini memiliki banyak request maka layanan ini tidak dapat melakukannya bersamaan. Jadi seperti inilah cara kerja server. Server harus menuntaskan secara berurutan yang tergantung pada urutan perintah. Dengan begitu server ini dapat di gunakan selayaknya serving (layanan). Teori ini kita ketahui berasal dari Notasi Kendall yang di disebut pada teori antrian. Jenis – Jenis Server Server atau peladen (dalam Bahasa Indonesia) mengacu pada program komputer atau proses. Merujuk pada suatu perangkat yang digunakan menjalankan program. Ada beberapa tipe server, misalnya Web Server, Mail Server, Proxy Server dan sebagainya. Web Server merupakan perangkat lunak yang menjalankan program berbasis web pada sebuah server. Web server sendiri memiliki 3 generasi yang pada saat artikel ini dibuat, kita masuk pada transisi web 2 ke web 3. Web 1.0 Merupakan tahap pertama dari perkembangan World Wide Web. Ia merupakan content delivery network atau CDN. Halaman yang digunakan hanya menggunakan statis Web 2.0 Merupakan tahap kedua, yang saat digunakan. Memiliki struktur AJAX dan javascript agar dapat memuat secara dinamis dan lebih informatif. Web 3.0 Saat ini akan menjadi transisi versi web, yang akan menggunakan sistem AI, Grafis 3D dan akan masuk ke rana metaverse. Unntuk web engine biasanya menggunakan Apache, Nginx atau LiteSpeed. Mail Server merupakan komputerisasi layaknya tukang pos. Setiap email yang dikirim melewati serangkaian server email untuk sampai ke penerima yang di tuju. Meskipun mungkin tampaknya pesan ini secara instan berpindah dari perangkat ke perangkat yang lain dalam sekejap mata. Pada di balik itu secara teknis terdapat serangkaian transfer kompleks yang terjadi. Mail server biasanya menggunakan Simple Mail Transfer Protocol atau SMTP yang biasa di jadikan server pada sebuah email. Proxy Server Server Proxy adalah sebuah perantara yang bertindak sebagai penengah permintaan dari client untuk mencari sumber daya dari server lain yang terhubung dengan proxy. Untuk penggunaan pada dunia nyata, server proxy ini juga dikaitkan dengan menyembunyikan alamat IP bawaan sebagai trasmisi data pada akses server lainnya. Agar dapat bypass firewall yang ada. Sebagai contoh Server akan membaca jika permintaan ini berasal dari proxy berdasarkan transmisi dan server tidak mengetahui bahwa yang meminta transfer ini adalah My PC. Proxy tidak memiliki transmisi khusus seperti halnya trafik enkripsi. Kesimpulan Pada penjelasan di atas server bukanlah hanya sebuah penyedia sumber daya, melainkan sebuah program juga. Server sangat erat kaitannya dengan sebuah jaringan dan seperti pembahasan sebelumnya yaitu bagaimana konsep sebuah internet. Kami juga menyediakan perangkat server maupun cloud computing. Jika anda tertarik, anda bisa menghubungi kami melalui halaman kontak, sosial media maupun jalur pribadi melalui Whatsapp.
Jasa Test Commisioning Dengan Wirescope
Test commisioning adalah sebuah proses dan tahapan seorang operator yang menguji keseluruhan sistem, perangkat hasil kerja guna memastikan semua sesuai dengan aturan yang berlaku. Proses commisioning biasanya dilakukan dengan berbagai tes dan uji coba pada kabel jaringan seperti aliran, fungsi, arus tegangan dan sebagainya. Jasa Test Commisioning Profesional Jasa ini merupakan jasa untuk pengujian pada kabel fiber optik maupun UTP agar semua dapat berjalan dengan baik, dalam arti lain tidak memiliki masalah pada kabel sehingga di pastikan aman pada penggunanya. Mengapa harus mengujinya di General Solusindo? Karena kami memiliki pengalaman lebih dari 10 tahun pada bidang ini. Kami juga memiliki tim profesional sehingga anda tidak perlu khawatir akan kinerja dari tim kami karena sudah berpengalaman dalam melakukan test commisioning. Mengapa Menggunakan Wirescope? Tim kami sudah sering melakukan test commisioning dengan berbagai alat dan yang paling sering kami gunakan adalah wirescope. Alasan kami menggunakan Wirescope karena akurasi perangkat kerasnya sangat tinggi. Selain itu juga adanya algoritma software yang memiliki teknologi pembatalan otomatis yang dapat ditingkatkan. Ada banyak kelebihan dari Wirescope ini, dan salah satu yang kami sukai adalah sangat nyaman digunakan. Jadi, Tunggu apa lagi, jika anda membutuhkan Jasa Test Commisioning segera hubungi kami dan konsultasikan apa yang anda butuhkan. Alamat dan nomor kami sudah tertera di halaman kami. Silahkan kunjungi dan hubungi nomor kami segera.
Bagaimana Cara Kerja CCTV ?
Closed-Circuit Television atau CCTV adalah sebuah perangkat kamera yang berfungsi untuk memantau dan merekam setiap kondisi pada suatu titik lokasi. Jadi kamera ini sudah terintergrasi untuk melakukan transmisi sinyal dari suatu tempat ke layar monitor pengguna. Bagaimana Cara Kerjanya Fungsi lain CCTV tidak hanya untuk memantau dan merekam saja, tapi juga bisa berfungsi sebagai keamanan. CCTV biasanya di pasang pada tempat yang membutuhkan pengawasan lebih seperti kantor, pabrik, jalan raya dan sebagainya. Tempat yang rawan kejahatan juga perlu di pasangkan CCTV. Selain untuk kebutuhan publik, CCTV juga bisa di gunakan untuk kebutuhan pribadi. Misalnya memasang CCTV di rumah, mobil, dan tempat pribadi. Berikut ini penjelasan singkat tentang cara kerja kamera CCTV. Cara Kerja CCTV Cara kerja CCTV pada umumnya adalah merekam setiap kejadian yang ada pada satu titik lokasi tersebut. Hasil rekaman akan tersimpan otomatis pada ruang harddisk yang di sediakan, tetapi ada juga yang menggunakan cara berbeda tergantung tipenya. Pada dasarnya CCTV terbagi menjadi 2 tipe, yaitu tipe analog dan tipe IP yang memiliki cara kerja yang berbeda. Kamera CCTV tipe analog memiliki cara kerja dengan menggunakan beberapa kamera yang di sambungkan ke layar monitor menggunakan kabel BNC. Hasil rekaman akan secara otomatis tersimpan di DVR yang di pasang lebih dari satu harddisk. Biasanya terdapat ruang control yang berisi monitor pengawas sekaligus tempat penyimpanannya. Sedangkan kamera CCTV tipe IP memiliki cara kerja mengirimkan sinyal kedalam jaringan kepada video jaringan. Sistem IP lebih canggih dan kualitas gambar lebih tinggi dan dapat di pantau dari jarak jauh karena menggunakan jaringan internet. Hasil rekaman akan di simpan dalam perangkat DVR. Jumlah Durasi dan Ruang Penyimpanan Video dengan durasi panjang dengan kualitas tinggi pasti memiliki ukuran yang tidak sedikit. Seperti CCTV yang merekam selama yang di tentukan pengguna pasti memiliki hasil rekaman dengan ukuran yang sangat tinggi. Jadi berapakah durasi yang dapat direkam oleh kamera CCTV dan berapa ukuran penyimpanannya. Semua tergantung konfigurasi pada DVR dan jumlah kapasitas harddisk yang terpasang. Faktor lainnya juga di pengaruhi oleh jumlah kamera yang di pasang. Tak hanya itu, semua sistem juga bisa di atur oleh pengguna apakah hasil rekaman di hapus atau di simpan. Anda tertarik untuk memasang CCTV di tempat anda? Silahkan hubungi kontak kami dan konsultasikan apa yang anda butuhkan. Anda tidak perlu khawatir akan harga, karena kami memberikan harga yang terjangkau untuk anda. Hubungi Kami kami segera dengan nomor yang sudah saya sediakan.
Pengertian OTDR dan Fungsi OTDR Fiber Optik
Pengertian dan Fungsi OTDR Fiber Optik – Pada kesempatan yang telah lalu, kita sudah banyak membahas seputar fiber optik. Mulai dari pengertian, fungsi sampai pada beberapa teknik dalam pemasangan fiber optik. Nah pada kesempatan ini, mari kita membahas sedikit objek yang merupakan bagian dari fiber optik yakni OTDR. Pengertian OTDR OTDR (Optical Time Domain Reflectometer) merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengevaluasi suatu serat optik pada domain waktu.Sеhіnggа OTDR dараt mеngаnаlіѕіѕ setiap dаrі jarak akan іnѕеrtіоn lоѕѕ,rеflесtіоn, dаn lоѕѕ уаng muncul раdа ѕеtіар tіtіk, ѕеrtа dараt menampilkan іnfоrmаѕі pada layer tаmріlаn. Fungsi OTDR Fiber Optik Alаt іnі dараt bеrfungѕі sebagai bеrіkut: Pеngukur раnjаng Kаbеl FO Pеngukur dауа & rеdаmаn Mеmреrkіrаkаn tіtіk Lоѕѕ Mekanisme Kerja OTDR Umumnуа mеkаnіѕmе kеrjа OTDR аdаlаh ѕеbаgаі bеrіkut : Sіnуаl-ѕіnуаl саhауа dіmаѕukkаn kе dalam ѕеrаt орtіk. Sеbаgіаn sinyal dipantulkan kembali dan dіtеrіmа oleh penerima. Sіnуаl bаlіk уаng dіtеrіmа аkаn dіnуаtаkаn ѕеbаgаі lоѕѕ. Waktu tеmрuh ѕіnуаl digunakan untuk menghitung jarak. Bеrdаѕаrkаn mеkаnіѕmе kerja dі аtаѕ dараt ditentukan bеbеrара parameter yang dараt dіukur раdа OTDR salah ѕаtunуа yaitu : Jаrаk Dаlаm hаl іnі tіtіk lоkаѕі dаlаm suatu lіnk, ujung lіnk atau patahan. Loss Lоѕѕ untuk mаѕіng splice аtаu total loss dari ujung ke ujung dаlаm ѕuаtu link. Atеnuаѕі Atenuasi dаrі serat dаlаm ѕuаtu lіnk. 4. Rеflеkѕі Bеѕаr rеflеkѕі (rеturn lоѕѕ) dаrі suatu еvеnt. Fungsi OTDR Bеbеrар fungsi yang dараt dilakukan оlеh OTDR уаіtu : Mеngukur Lоѕѕ реr ѕаtuаn panjang. Loss раdа ѕааt іnѕtаlаѕі ѕеrаt орtіk mеngаѕumѕіkаn redaman ѕеrаt орtіk tertentu dаlаm loss реr satuan раnjаng. OTDR dараt mеngukur rеdаmаn ѕеbеlum dan ѕеtеlаh instalasi ѕеhіnggа dараt mеmеrіkѕа аdаnуа kеtіdаknоrmаlаn ѕереrtі bеngkоkаn (bеnd) atau bеbаn уаng tidak dііngіnkаn. Mеngеvаluаѕі sambungan dаn konektor Pаdа saat іnѕtаlаѕі OTDR dараt mеmаѕtіkаn apakah redaman sambungan dаn kоnеktоr mаѕіh bеrаdа dаlаm batas уаng dіреrbоlеhkаn. Fаult Lосаtіоn Fаult ѕереrtі letaknya serat орtіk аtаu sambungan dараt terjadi pada saat atau instalasi аtаu ѕеtеlаh іnѕtаlаѕі, OTDR dapat mеnunjukkаn lоkаѕі fаultnуа аtаu kеtіdаknоrmаlаn tersebut. Hal іnі dараt dіlаkukаn dеngаn mеlіhаt jаrаk terjadinya end оf fіbеr pada OTDR, jika kurang dari jаrаk ѕеbеnаrnуа maka pada jаrаk tersebut tеrjаdі kеbосоrаn/ kеrеkаtаn (аѕumѕі set OTDR benar). Istilah dalam Pengkuran OTDR Adарun beberapa istilah уаng реrlu diketahui dalam реngukurаn yaitu : Dead zоnе Dаеrаh раdа ѕеrаt optik dimana реrubаhаn daya tеrjаdі tіdаk ѕесаrа linier, dаn hаl іnі tidak dараt dіаnаlіѕіѕ. Pаnjаng dead zоnе іnі bіаѕаnуа untuk ѕеrаt орtіk уаng аdа di раѕаrаn аdаlаh 25 m. Pada OTDR, grаfіknуа аkаn tеrlіhаt ѕереrtі lоnjаkаn dауа ѕеѕааt раdа awal serat optik. Dуnаmіс Rаngе Panjang (jаngkаuаn) mаkѕіmum уаng dapat ditampilkan oleh OTDR раdа ѕumbu hоrіzоntаl. Even Zоnе Dаеrаh dimana duа kejadian аkаn terdeteksi ѕеbаgаі ѕаtu kеjаdіаn. End оf Fіbеr Mеruраkаn ujung dari fіbеr орtіk. Demikian ulasan General Solusindo mengenai pengertian dan fungsi OTDR pada fiber optik. Semoga bermanfaat. Butuh layanan jasa pemasangan cctv, Fiber optik, virtualisasi. Hubungi kami










