Pembahasan soal server sering kali terdengar rumit, apalagi bagi bisnis yang tidak memiliki tim IT besar. Pada praktiknya, banyak perusahaan hanya ingin satu hal: server yang jalan terus, jarang bermasalah, dan biayanya masuk akal. Dari berbagai opsi yang ada, Dell PowerEdge R630 masih sering masuk dalam pertimbangan tersebut.
Server rack 1U ini memang sudah cukup lama beredar. Namun justru karena sudah lama dipakai, karakter dan performanya relatif bisa diprediksi. Bagi sebagian perusahaan, ini menjadi nilai tambah tersendiri.
Gambaran Umum Penggunaan Dell PowerEdge R630

Dell PowerEdge R630 mulai digunakan secara luas sejak sekitar tahun 2014. Saat itu, server ini dikenal sebagai perangkat yang ringkas namun bertenaga. Hingga sekarang, masih banyak lingkungan kerja yang mengandalkannya, terutama untuk kebutuhan operasional harian.
Dalam penggunaan nyata, R630 biasanya dipakai untuk:
- Menjalankan beberapa layanan sekaligus
- Virtualisasi server skala menengah
- Penyimpanan dan pengolahan data bisnis
- Aplikasi internal perusahaan
Tidak sedikit pengguna yang memilih tetap menggunakan server ini karena merasa performanya masih cukup dan stabil untuk kebutuhan mereka saat ini.
Virtualisasi dalam Kondisi Nyata
Pada kondisi normal, Dell PowerEdge R630 cukup mampu menangani beban virtualisasi. Dengan dua prosesor dan kapasitas RAM yang besar, server ini bisa menjalankan banyak virtual machine dalam satu waktu.
Meski begitu, seperti perangkat lain, risiko gangguan tetap ada. Karena itu, beberapa pengguna memanfaatkan opsi Internal Dual SD Module sebagai media boot cadangan. Fitur ini membantu mempercepat proses pemulihan jika terjadi masalah pada sistem utama.
Opsi Konfigurasi Penyimpanan
Dell PowerEdge R630 umumnya tersedia dalam dua konfigurasi penyimpanan yang paling sering ditemui, yaitu versi 8 drive dan 10 drive. Pemilihannya sangat bergantung pada kebutuhan penyimpanan masing-masing perusahaan.
Konfigurasi 8 Drive
Pada konfigurasi 8 drive, bagian depan server tidak hanya diisi oleh slot harddisk 2.5 inci. Terdapat juga panel LCD, port USB, port VGA, serta slot SD opsional. Dari sisi operasional, ini cukup membantu saat melakukan pengecekan cepat di data center.
Konfigurasi 10 Drive
Berbeda dengan versi 8 drive, konfigurasi 10 drive lebih menekankan pada kapasitas penyimpanan. Seluruh bagian depan diisi oleh sepuluh slot harddisk 2.5 inci. Di luar itu, performa dan spesifikasi utamanya tidak jauh berbeda.
Spesifikasi Teknis Dell PowerEdge R630
Berikut gambaran spesifikasi yang umum ditemui pada Dell PowerEdge R630. Perlu dicatat, konfigurasi bisa berbeda tergantung kebutuhan dan setup yang digunakan:
- Form Factor: Rack Server 1U
- Prosesor: Intel Xeon E5-2600 v3 atau v4, hingga 22 core
- Chipset: Intel C610
- Socket Prosesor: Dual socket
- Memori (RAM): Hingga 24 slot DDR4 dengan kapasitas maksimal 768GB
- Penyimpanan: 8 atau 10 drive 2.5 inci, serta dukungan hingga 4 NVMe PCIe
- RAID Controller: PERC S130, H330, H730, dan H730P
- Slot PCIe: 3 x PCIe 3.0
- Jaringan: Minimal 4 port 1Gb Ethernet, dengan opsi 10Gb
- Power Supply: Redundant 495W, 750W, atau 1100W
Siapa yang Biasanya Menggunakan Server Ini?
Berdasarkan berbagai implementasi yang ada, Dell PowerEdge R630 banyak digunakan oleh:
- Perusahaan kecil hingga menengah
- Bisnis dengan kebutuhan virtualisasi
- Server aplikasi dan database internal
- Lingkungan kerja yang membutuhkan sistem stabil
Pada akhirnya, kelayakan server ini sangat bergantung pada kebutuhan dan ekspektasi masing-masing perusahaan.
Opsi Sewa Server Dell PowerEdge R630
Dalam beberapa kasus, membeli server baru bukanlah pilihan paling efisien. Banyak perusahaan memilih menyewa Dell PowerEdge R630 karena lebih fleksibel dan tidak memerlukan investasi awal yang besar.
Melalui General Solusindo, Anda dapat mendiskusikan kebutuhan server secara terbuka, tanpa harus langsung menentukan spesifikasi di awal.
Silakan hubungi 0811-3219-992 atau kunjungi website resmi generalsolusindo.com, untuk konsultasi gratis dan mendapatkan solusi server terbaik bagi bisnis Anda.

